Yap, apa yang ente rasain kalau suatu
ketika usaha ente kandas dengan sia-sia. Memulai dari awal bukan solusinya.
Karna yang udah ente usahain berbeda dengan ketika ente memulai usaha dagang
kemudian kandas di tengah jalan. Buat ane lebih dari itu. Bahkan juga lebih
dari seorang pelukis yang kehilangan lukisannya sebelum dilihat orang-orang.
Seniman ukir yang mematahkan patung ukirannya sendiri. Sama dengan yang ane lakuin
saat ini, ini berhubung dengan tulisan ane. Naskah yang sudah ane susun berbulan-bulan.
Ah, jika diingat ingin rasanya keluar dari persembunyian, lari-lari ke tengah
jalanan, menuju pasar teriak-teriak, dilihatin orang, dan sesampai rumah nangis
kencang-kencang. Parahnya, semua itu belum mampu ngilangin rasa sakit yang melanda dada ini. Semua tidak akan
kembali, tidak akan kembali lagi.
Ane mengingatnya. Malam-malam telah
ane lalui bersama. Ane yang seringkali tidur pukul delapan kemudian jam sebelas
or dua belas ke atas terbangun dan
tidur lagi setelah ayam berkokok, memasuki jam empat. Sholat subuh, terus
melanjutkan hari yang baru. Kadang ane memulainya dengan kembali membuka naskah
itu. Naskah yang hilang itu. Yah, sulit sekali diceritakan.
Ane tau pada posisi ini bukan cuma
ane yang mengalami. Ane pernah juga membaca curahan seorang blogger yang
akunnya tiba-tiba hilang dan tidak bisa dibuka lagi. Padahal sudah banyak
tulisan yang ia sharing di dalamnya.
Dalam hal itu sedikitnya bisa membuat ane lebih baik. Bahwa, tidak ada yang abadi
di dunia ini.
Walau, tetap saja. Di saat ane sendiri,
mengenang saat-saat ane bersama menciptakan naskah itu, hati ane sakit banget. Entah sakit mana bila dengan
putus cinta. Naskah yang ane persembahkan kepada sang idola tiba-tiba hilang
menjadi layar kosong. Kalian mungkin nanya, gimana bisa hilang? Jawabannya,
karna ane lagi gak teliti. Ane pergi nginstall ulang laptop ane ke tempat
service komputer. Dokumen-dokumen yang ane anggap penting termasuk tulisan-tulisan
tetek bengek ane, ane pindahan ke flashdisc
buat sementara. Ane gak ngecek lagi semua dokumen penting ane udah ane pindahan
semua apa belum. Seingat ane, ane udah mengkopi semua data di dokumen, juga
file lagu, foto, film-film kesukaan, dan tulisan yang sudah berbentuk e-book. Terus beberapa minggu kemudian, saat
ane nyari sebuah dokumen berbentuk naskah, ane gak nemuin. Ane cari-cari di folder
lain juga gak ada. Yang nyari, sih mata dan jari-jari ane doang. Alhasil ane
baru yakin, ane lupa mengkopi naskah itu yang ane kira udah terkopi semua.
Memang, file naskah di microsoft ane cukup banyak. Ada juga yang isinya cuma
satu paragraf, masih ane simpan dan gak ane apus. Ane suka ngumpulin
tulisan-tulisan menjadi berceceran menjadi beberapa file yang terpisah.
Misalnya, naskah puisi, puisi lama, puisi baru, puisi galau. Naskah cerpen,
cerpen semasa sekolah dulu, cerpen buat cadangan dikirim ke surat kabar, cerpen
lomba. Padahal bisa satu folder dengan judul berbeda. Yah, itulah manusia.
Selalu menyesali setelah semuanya terjadi.
Ini bukan yang pertama. Dulu, waktu
re-install laptop yang pertama kali, ane juga mengalami hal yang sama. Waktu
itu ane baru belajar bikin novel. Mungkin udah rampung beberapa bab, tapi
sewaktu adek kembar ane minjam laptop ane, dia udah minta ijin mau re-install.
Katanya biar isi dan tampilannya lebih fresh. Ane memang gaptek masalah
begituan, jadi ane iyain aja. Ane gak lupa bilang sama dia, naskah ane tolong
jangan sampe hilang. Pindahin dulu ke tempat penyimpanan lain. Dia jawab iya.
Lalu, yah... itu. Kalian pasti tau sendiri, saat laptop ane kembali, dokumen
ane kosong. Tulisan ane ilang semua. Waktu itu kalau gak salah ane masih sering
nulis-nulis kayak diary. Tapi, bukannya itu masih kategori penting. Buat ane,
sih iya!
Gimana harus ane tuangin kesedihan
itu di sini? Lewat kejadian ini ane cuma mau, lebih sering lagi menulis. Ane gak
mau kapok akan kejadian ini. Dan pelajaran juga buat ane dan teman-teman
sekalian ke depan. Bahwa, jangan anggap sepele sekecil apapun hasil karya kita.
Karna, karya yang besar itu juga berasal dari bentuk yang kecil kemudian
melangkah menjadi yang sederhana, kemudian menjadi hits.
Waktu yang terbuang sia-sia, naskah
yang hilang sebelum dipublikasikan terlebih dahulu. Ane masih gak mau jauh-jauh
dari bantal!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar